Minggu, 28 Desember 2008

My Wonderful Year 2008

Menjelang akhir tahun 2008, segala bentuk perasaan menyesaki dada.

Bahagia. Terharu... dan perasaan-perasaan lain yang bahkan gue sendiri nggak tau apa istilahnya...

Yang jelas Alhamdulillahhirabbil 'aalamiin, segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

Puji bagi-Nya yang dengan ke-Maha Kuasaan-nya, semua cita-cita bisa diizinkan untuk terwujud.

There were my resolutions in the early of 2008 :

1. Finish my study

2. Publish 3 books

3. Get Married

Then Allah gave the answers :

Menyandang gelar Sarjana Psikologi, setelah 6 tahun yang complicated

Ketiga buku yang terbit dengan jeda waktu relatif sebentar. Alhamdulillah yang pertama sudah mencapai cetak 2 dan tampaknya sih udah mendekati cetak 3 (amin!). Dua buku selanjutnya, semoga menyusul kesuksesan LemOt-atau bahkan lebih :)


Menikah dengan seseorang yang sejak kehadirannya udah bikin hidup gue makin warna-warni

Betapa aku memuja-Mu di semua lembar doaku...

di setiap sujudku...

Terimakasih yaa Rabb :)

Jumat, 19 Desember 2008

Gratis 5 Buku LOVE PSYCHO - TEST

Heiii semuanyaaaa.....

Udah pada baca Love Psycho Test??

Itu lhooo yang covernya ada di bawah segede gajah gitu...

Kalau belum n pengen banget dapet gratisannya, gampang banget qo! Tinggal jawab 1 pertanyaan berikut:

Apakah kamu setuju bahwa kadar cinta itu bisa diukur lewat psikotes? Apa alasannya??

Nah kirim deh jawabannya nggak lebih dari 1 halaman ke
pritha07@yahoo.com (inget yah, via email bukan testi di FS)
tulis subject: Mau Dunk LPT Gratis!

Jangan lupa untuk mencantumkan nama, alamat sama no HP.

Ditunggu sampe 15 Januari 2009 :)

Quiz ini terselenggara atas kerjasama yang cantik antara Pritha Khalida (yes it's me!) dan
Penerbit Grasindo.

Rabu, 10 Desember 2008

Habis Hujan Terbitlah Buku :)

Wait a minute…
Kayaknya judulnya enggak cihuy, ya?
Xixixi, abisnya gue gak nemu judul yang lebih asyik sih!
Huehe, ya suds kalau gak berkenan, silahkan kasih ide judul yang lebih asoy untuk postingan kali ini. Bebaaas!

Terkesan gue lagi bahagia ya hari ini? Jika ada yang mengira demikian, memang begitu lah, teman-teman. Hari ini gue lagi bersuka-ria tralala dikarenakan ada lagi buku yang terbit, judulnya :
LOVE PSYCHO-TEST

Huaaa, alhamdulillaah… Hore! Hore! Hore!
Setelah sekian lama gue harap-harap cemas menunggu proses approval dan editing, akhirnya penerbit Grasindo mengeluarkan juga buku ini dari oven-nya! Mba Mira & Mas Bimo, makasih yaa udah mempercayakan gue untuk jadi salah satu bagian dari keluarga besar Grasindo

Buku yang covernya didominasi warna merah-putih ini adalah novel pertama gue yang diterbitkan. Catet yaa, pertama gitu lho! Soalnya sebelumnya yang gue terbitkan adalah real story (Prith@mori & LemOt) dan psikopop (A+ Guys & Kotak Curhat), disamping beberapa buku kompilasi lainnya.

Biar kalian nggak penasaran, nih gue kasih sedikit bocoran tentang isi buku Love Psycho-Test…

Cerita tentang empat orang sahabat: Hana, Calista, Bianca dan Ellen yang sama-sama kuliah di fakultas psikologi. Kalau biasanya persahabatan terjalin karena kecocokan satu sama lain, kasus mereka agak unik, yaitu cuma karena berdekatannya nomor pokok mahasiswa!

Konflik dimulai saat Hana (cewek perfeksionis yang suka ‘sweat the small stuff’) ini curiga kalau Aldi (tunangannya yang baik tapi kadang cuek-tipe cowok kebanyakan lah!) selingkuh! Hana pun mulai mengorek segala sesuatunya dari Aldi.

Hasil ‘investigasi’ Hana menghasilkan beberapa ‘bukti’, yang selanjutnya ia ceritakan pada sahabat-sahabatnya. Reaksi mereka berbeda. Calista mengatakan kalau Hana terlalu parno. Sementara Bianca justru sebaliknya, bilang kalau ini mesti diwaspadai. Merasa mendapat dukungan, Hana pun mendengarkan semua kata Bianca, termasuk saat ia disuruh mengetes Aldi menggunakan psikotes buatan Bianca. Padahal, Bianca melakukan semua ini justru karena iri sama hubungan Aldi-Hana lho! Sayangnya Hana nggak menyadari hal itu.

Trus, kemana Ellen?
Salah satu personil psychology girls di LPT ini ternyata punya masa lalu yang membuatnya ikutan nggak suka sama hubungan Hana-Aldi.

Disaat genting, Aldi justru memutuskan bekerja di Singapura, guna mengumpulkan uang untuk biaya pernikahannya dengan Hana.

Trus…trus…trus…

Hehe, baca terusannya di LOVE PSYCHO-TEST yang bisa didapatkan di toko buku terdekat dong ah!

Males, jauh atau gak sempet ke toko buku? Bisa banget pesan langsung ke
pritha07@yahoo.com . Harganya 33 ribu aja. Kalo pesen langsung, dapet diskon 10% (tapi plus ongkir sesuai daerah tujuan lho!)

Owkay deeh, sgitu dulu kabar-kabari hari ini.

*Pritha kembali menjadi ibu rumah tangga yang hari ini disibukkan dengan ngangkatin jemuran setelah seharian bercanda dengan sinar matahari yang kadang timbul kadang tenggelam* ;)

Senin, 08 Desember 2008

Caat Ippen Cakit

Hari ini gue merasakan Idul Adha pertama dengan status sebagai istri :)

Rasanya... senaaaaaang!

Meski untuk Idul Adha kali ini gue gak kemana-mana karena Ippen lagi sakit. Diagnosa dokter sih gejala tipes. Dan itu membuatnya mesti bed rest sejak hari rabu (3 des) yang lalu.

Banyak cerita seru yang terjadi sepanjang minggu ini. Mulai dari keadaan Ippen diam aja di rumah. Yang... yaa bayangin aja biasanya dia tiap hari ke kantor jam 6, trus baru nyampe rumah lagi jam 5 sore (itu juga kalau gak lembur dan gak macet). Secara ya, kalau pun kerja, seringkali itu pun jalan kesana-sini alias nggak stay di kantor aja... Dan taraa! Dia mesti stay di rumah selama beberapa hari karena sakit.

Idup jadi berasa nggak 'idup' buat suami gue!

Ippen setiap saat nengokin gue di dapur, dan berulang kali dengan gak napsu ngeliat bubur/nasi tim yang jadi makanan pokoknya selama sakit (eh, karena males mesti masak nasi 2x, maka gue pun memutuskan ikutan makan bubur/nasi tim juga ;) )

Ippen juga memandang sedih sesisir pisang yang saat dibeli, niatnya itu buat dia. Tapi setelah tau bahwa orang yang kena gejala tipes itu gak boleh makan pisang, maka buah kuning itu jadi milik gue sepenuhnya. Lo bayangin aja gue mesti ngabisin sesisir pisang (yang setelah diitung ternyata ada 13) dalam beberapa hari sebelum membusuk! Udah bagus sampe sekarang gue belum bersuara "nguuk...ngiiik...nguuk..." :p

Selain tragedi makan pisang setiap hari, trus apa lagi yang terjadi pada gue?

Sediiiiiiiihhhhhhhhhh..........
Binguuuuuuuuuunggg........

Baru kali ini gue ngadepin Ippen sakit 'agak' parah. Suami gue tuh jaraaang banget sakit. Paling banter pilek atau masuk angin. Trus sekarang gue mesti ngeliat dia lemas dengan badan yang panas, mukanya pucat, mondar-mandir wc karena diare dan bahkan waktu hari pertama sempat dadanya sesak.

Worst of all : I don't know what to do!

Gue bukan dokter atau suster yang biasa ngadepin pasien tiap hari. Apalagi yang sakit adalah suami sendiri. Gila, beberapa hari yang lalu itu gue beneran panik! Segala pikiran buruk mampir di otak gue. Ippen gak tidur, gue juga ikutan begadang (terimakasih buat deadline, yang bikin gue terbiasa melotot semalaman!)

But fiuhh... It's getting better today. Kesehatan Ippen udah mulai membaik. Even yes, he's still complaining about how bore staying at home along the day! (hihi, gimana kalo dia jadi gue yang kerja di rumah ya?)

Dan untuk ngobatin kejenuhannya, kadang dia jadi rada gila. Ngambil payung kecil, trus menganggap bahwa itu pistol, lantas ngajak gue main perang-perangan! Ya ampun, haruskah gue bawa dia ke Grogol?? Sampe akhirnya mamak nelepon dan bilang bahwa kelakuan gilanya itu sebagai bagian dari penghiburan diri. Oh owkay, lumayan bikin gue tenang...

Once more...apa coba? Manjanya itu lhooo! Waduuuh, gak ketulungaaaan! Minta disuapin lah. Minta ditemenin lah. Udah gitu ngomongnya juga jadi kayak anak-anak.

Contohnya, saat gue nyuapin bubur di suapan keempat, dia bilang "Udah kenyaaaang!"

Gue bujuk-bujuk biar abis, dia geleng-geleng sambil bilang, "Cakiiit..."

Then I believe about 'boy would be boy'! :p

Dan itu terjadi beberapa kali, sampe akhirnya gue punya taktik agar Ippen makan lebih banyak. Ini bisa diikuti oleh para ibu rumah tangga jika suami kalian mengalami gejala kayak suami gue.

Caranya: ambillah piring yang lebaaar lalu masukkan makanan dalam jumlah agak banyak dari porsi biasa. Tekan-tekan nasi/bubur agar menjadi padat namun melebar.

Lihatlah apa yang terjadi... Nasi jadi tampak sedikit! Ippen pun menghabiskan makanannya setelah beberapa kali gue mesti membagi sisa makanannya dengan tempat sampah ;)

Ah, jadi istri memang warna-warni.
Harus selalu penuh strategi.

That's life.
Hopefully I can enjoy it in every breath I take.

Once again, Happy Iedul Adha everyone!
Seperti halnya pengorbanan Nabi Ibrahim As, semoga Allah selalu memberkahi apa pun yang qta korbankan dengan ikhlas saat menyebut nama-Nya. Insya Allah :)