Google+ Followers

Sunday, September 8, 2013

Menjelajah Petulangan Sejuta Rasa di Labirin Rasa

Novel Labirin Rasa
Penulis Eka Situmorang-Sir
Penerbit Wahyu Media

Jika tokoh Kayla yang ditulis oleh Eka Situmorang-Sir bertualang ke banyak tempat eksotis di negeri ini untuk mendapatkan 'Pangeran Fajar' yang dituliskan oleh mendiang Eyang Kakungnya dalam sebuah buku usang, saya juga ikut bertualang bersama alur kisahnya. Bertualang tak hanya membayangkan setting tempat-tempatnya saja, namun juga ikut merasakan emosi Kayla yang meletu-letup berkaitan dengan kesehariannya yang tak biasa.

Labirin Rasa memulai ceritanya dengan cara yang cukup menguras emosi: Nilai IPK jeblok sampai satu koma. Untuk yang pernah merasakan kuliah, tentu ini adalah mimpi buruk.

Kayla mencoba mengusir kepenatannya dengan mengunjungi rumah Eyangnya di Yogya. Dasar petualang, perjalanan belum sampai tujuan saja sudah ada cerita: AC di kereta mati saat baru sampai di Cirebon. Tapi bukan Kayla namanya kalau tidak bisa 'menemukan' sesuatu yang berbeda. Dia malah memberanikan diri berkenalan dengan seorang cowok ganteng: Ruben. Cowok tipe 'gunung es' yang tampak pendiam dan tak suka mengobrol dengan orang baru, yang berhasil dilumerkan Kayla dan membuat mereka jadi dekat satu sama lain cuma karena persamaan bahwa mereka membenci ramalan.

Kayla benci ramalan karena ramalan yang pernah didengarnya berkaitan dengan keberuntungan panjang tak pernah benar-benar dirasakannya dalam kehidupan nyata. Sampai Yangti menunjukkan sebuah buku usang peninggalan mendiang Yangkung pada Kayla. Buku itu berisi tulisan tangan Yangkung yang berkaitan dengan 'petunjuk' untuk Kayla mengenai berbagai filosofi cinta, khususnya mengenai 'Pangeran Fajar' yang dijanjikan Yangkung akan datang padanya. Ia pun bertekad akan berjuang menemukan sang Pangeran Fajar.

Banyak petualangan  Kayla untuk mendapatkan cowok yang ia pikir Pangeran Fajar yang sudah digariskan untuknya. Mulai dari jatuh-bangun mencari perhatian Ruben, bertemu Dani yang memiliki minat sama sebagai petualang alam, nyaris 'terjatuh' gara-gara David sang bule ganteng, pengalaman pahit dengan seorang cewek pecinta sesama jenis, Patar dengan tampak over protektif sampai Andy--atasannya yang suka memprotes hasil kerjanya secara menyebalkan. Tidak hanya bertemu dengan orang-orang yang salah, sebelum akhirnya menemukan sang Pangeran Fajar, Kayla juga harus menempuh perjalanan panjang menelusuri banyak tempat di negeri ini, mulai dari Yogya, Bromo, Lombok, Makassar, hingga Medan dan Bukittinggi.

Perjalanan yang dijalani Kayla ternyata tak melulu urusan mengejar 'Pangeran Fajar', ada pula gambaran mengenai kisahnya menelusuri jejak leluhurnya di tanah Medan. Meski separuh berdarah Batak, namun karena sejak kecil Papanya sudah tinggal di Jakarta, maka Kayla tak pernah memahami adat istiadat Batak. Di sini kisah mengenai adat-istiadat Batak diungkap dengan khas pemikiran Kayla yang polos.

Kayla juga akan melalui sebuah pro kontra dalam dirinya mengenai konsep 'kecantikan. Dimana jika sebelumnya Kayla yang jerawatan, gendut, ketombean, kucel dan lebih sering menenteng kantong keresek ketimbang tas bermerk ini tak pernah peduli mengenai 'kecantikan mainstream' yang ditampilkan para model dan artis 'bertubuh langsing-muka mulus-rambut halus', lambat-laun pemikirannya berubah. Uniknya perubahan pemikiran itu juga bukan berasal dari ketakutannya menjadi jomblo seumur hidup, namun karena suatu nasehat keren dari sang Eyang Puteri mengenai inner beauty.

Lajang metropolitan pasti tak lepas dari persahabatan sesama perempuan. Isyu ini pun ditampilkan dalam novel Labirin Rasa. Persahabatan Kayla dengan Milly dan Rossa digambarkan dengan apik dalam cerita ini. Bukan dalam artian selalu mulus, namun karena menampilkan kisah yang tampak 'real' dengan adanya saling dukung, saling cibir hingga sebuah pengkhianatan besar.

Puas dengan gambaran tempat-tempat eksotis yang detail, petualangan 'mencari cinta' yang jungkir-balik hingga persahabatan dan perjuangan meraih prestasi dan karir nan gemilang, penulis (Eka Situmorang-Sir) rupanya belum puas dan langsung mengakhiri novelnya dengan ending yang legit. Menjelang usai, pembaca dikejutkan lagi dengan konflik rumahtangga yang dihadapi oleh pengantin baru Kayla dan... (tebak sendiri siapa akhirnya sang Pangeran Fajar ;))

Well, jika Anda pecinta kisah romance yang juga menyukai petualangan menyusuri tempat-tempat indah di negeri ini, novel Labirin Rasa ini adalah pilihan yang tepat.


No comments: