Google+ Followers

Saturday, January 19, 2008

Becoming Pritha Khalida S.Psi

Huaiii... Pritha kembali lagi dengan krisis keduanya di tahun ini!!

Mau cerita tentang huru-hara sidang kemaren, nih.

Menjelang sidang:
16 jam sebelumnya --> Kena sindrom Pra Sidang, dengan gejala agak sakit perut dan gak tau mau ngapain.
11 jam sebelumnya --> Gak bisa tidur. Ngebayangin tampang para dosen penguji :(
3 jam sebelumnya --> Sakit perut banget! Udah ke wc 2x!!
2 jam sebelumnya --> Udah berdoa dan baca sms-sms penyemangat. Tapi ni jantung masih loncat-loncat.
1 jam sebelumnya --> Udah nyampe kampus dan sempet untuk minta sidang ditunda, tapi takut disambit sama Bu Sian (dosen pembimbing utama) :'(
10 menit sebelumnya --> Nangkring depan ruang sidang dengan ngeliat Bu Heli (co pembimbing) yang mondar-mandir ke Ruang Sidang bawa file satu persatu sambil nyengir. Busyeet! Makin senewen!!

Saat sidang:
Gue masuk ditemenin sama 2 orang fans, yaitu Puput sama Eca. Mereka yang dateng di menit2 terakhir, sempat bikin gue depresi "kok gak ada yang mau nonton sidang gue? sebegitu gak terkenalnya kah gue di kampus??" :(

Saat penguji pertama, sidang masih terasa manis menggembirakan buat gue. Soalnya pertanyaannya relatif gampang dipahami dan dijawab. Seputeran, "Kenapa milih judul ini?" atau "Apa sih uniknya subjek penelitian kamu?"
Yes! Gue yang nyusun skripsi ini selama full setahun, pasti punya jawaban panjang lebar soal hal itu.

Memasuki penguji kedua, yang nanya2 soal teknis... Gue mulai keringet dingin. Gue ditanya2 soal penulisan yang banyak salah berdasarkan bahasa Indonesia yang baik dan benar (salah satunya gue diprotes mengenai penulisan kata 'telantar'. Menurut beliau, mestinya 'tertelantar'). Trus, urusan penghitungan item, gue juga dikritik. Dll. Dsb. Gue deg-degan setengah mati setengah hidup. Lha yang ditanyain n dikritik kebanyakan hal inti! Yang jika gue merubahnya, maka otomatis skripsi gue harus dirubah sejak Bab 3. Beuh!!

Tapi, itu juga alhamdulillah akhirnya lewat. Ibu Penguji kedua ternyata masih punya perikePritha-an untuk tetap meloloskan gue sampai ke penguji ketiga.

Nah penguji ketiga ini yang agak aneh. Pertanyaannya tentang kode etik relatif gampang sebenernya. Tapi cara nanyanya itu menurut gue muter2 (dan menurut beliau, justru gue yang jawabnya muter2). Walhasil, dengan muka melas gue akhirnya bilang, "Maaf Pak, saya gak ngerti maksud pertanyaan bapak."

Dan lo tau dia jawab apa?? "Waduh Prith, sama saya juga gak ngerti dari tadi kamu berfilsafat tentang apa??" dengan diiringi ketawa geli dari para dosen penguji lain dan pembimbing. Bagoess!!!

Jreeng! Akhirnya sidang selesai. gue disuruh keluar dulu untuk merumuskan nilai yang terpantas. Gue ngabur dengan membawa minum yang disediakan. Dan inilah kejutannya...

Di depan ruang sidang, Ippen duduk sambil nyengir.

Gile! Gue kagak tau sama sekali tentang rencana kedatangan makhluk ajaib ini!! Seneng dan terharu dan pokoknya campur-campur deeeeeh.......Ippen berhasil bikin surprise buat gue!!! So nice....

Trus balik lagi ke ruang sidang, untuk ngumumin hasil.

Gue nervous, sampe berdirinya aja limbung. Dekan gue sampe bilang, "Kamu nggak akan pingsan nih?"

"Dewan sidang dengan ini meresmikan Pritha Karuniati Khalida selesai menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha dengan nilai mutu skripsi A!"

Guys...rasanya saat itu dunia berhenti muter beberapa detik. Alhamdulillaaah...

Kalo gue emang dasarnya pinter dengan IPK tinggi, mungkin dapet A itu biasa aja.
Kalo gue selesai kuliah dalam 4 tahun tanpa perjuangan yang berarti dalam pembuatan skripsinya, mungkin nilai A itu juga bakal biasa aja.

Tapi, ini beda. Gue menyelesaikan kuliah dalam waktu 6 tahun, dengan perjuangan yang lumayan bikin gue sering nangis dan sakit. Apalagi beberapa bulan terakhir, saat ada masalah keluarga yang nimpa gue. Belum lagi harus bagi waktu antara skripsi dan skenario. Bolak-balik Bandung-Jkt... Belom lagi kondisi otak yang pas-pasan.

Makanya, nilai A buat gue bener2 Amazing!! Gue bisa buktiin sama pihak2 terkait, bahwa selama ini pekerjaan yang gue tekuni nggak ganggu, malah justru nambah semangat. (Thanks to Ippen n Dina, yang selalu mendukung saat gue down)

Nah, dua orang itu juga yang nemenin gue setelah sidang. Habis makan siang deket kampus, gue sama Ippen n Dina cabut ke BSM untuk nonton. Tapi, berhubung di BSM gak ada film yang cukup cihuy saat itu, maka qta pun berencana cari tempat lain. Tau nggak gimana caranya akhirnya qta dapet bioskop yang muter film bagus? Dengan baca koran Pikiran Rakyat. Biasa aja kan? Tapi, cara ngedapetin korannya itu yang nggak biasa! Gue sama Ippen n Dina mampir ke J.Co, cuma untuk liat halaman Pikiran Rakyat yang memuat info film. So, dengan diiringi tatapan aneh para barista dan pelayan J.Co, qta (terutama Ippen) cuek aja bolak-balik halaman koran dan taraaa... memutuskan untuk ke Ciwalk, nonton "National Treasure"

Hampir lupa... perjalanan qta bertiga saat itu disponsori oleh mobil barunya Dina lho! jadi, Dina yang baru merelakan Timornya demi sebuah Vios, hari itu dengan manisnya menyupiri gue dan Ippen. Sebagai balasannya, dengan nggak tau dirinya gue dan Ippen selalu bilang "Kiri!" tiap mo berenti. Dina manyun dan siap2 mau nyambit.

Malemnya, Ippen pulang lagi ke Jakarta. Nah, berakhirlah bolosnya Ippen hari itu. Bolos yang disertai alasan ijin sakit ke kantor. Dasar Ippen!! Katanya sih, gue kan sidang skripsi cuma sekali seumur hidup.

Ah ya suds, segitu ceritaan tentang sidang.

Jadi, skarang gue udah menyandang gelar S.Psi. Coba qta tes,

Pritha K. Khalida S.Psi

Terlihat keren nggak?? ;)

No comments: