Google+ Followers

Monday, December 8, 2008

Caat Ippen Cakit

Hari ini gue merasakan Idul Adha pertama dengan status sebagai istri :)

Rasanya... senaaaaaang!

Meski untuk Idul Adha kali ini gue gak kemana-mana karena Ippen lagi sakit. Diagnosa dokter sih gejala tipes. Dan itu membuatnya mesti bed rest sejak hari rabu (3 des) yang lalu.

Banyak cerita seru yang terjadi sepanjang minggu ini. Mulai dari keadaan Ippen diam aja di rumah. Yang... yaa bayangin aja biasanya dia tiap hari ke kantor jam 6, trus baru nyampe rumah lagi jam 5 sore (itu juga kalau gak lembur dan gak macet). Secara ya, kalau pun kerja, seringkali itu pun jalan kesana-sini alias nggak stay di kantor aja... Dan taraa! Dia mesti stay di rumah selama beberapa hari karena sakit.

Idup jadi berasa nggak 'idup' buat suami gue!

Ippen setiap saat nengokin gue di dapur, dan berulang kali dengan gak napsu ngeliat bubur/nasi tim yang jadi makanan pokoknya selama sakit (eh, karena males mesti masak nasi 2x, maka gue pun memutuskan ikutan makan bubur/nasi tim juga ;) )

Ippen juga memandang sedih sesisir pisang yang saat dibeli, niatnya itu buat dia. Tapi setelah tau bahwa orang yang kena gejala tipes itu gak boleh makan pisang, maka buah kuning itu jadi milik gue sepenuhnya. Lo bayangin aja gue mesti ngabisin sesisir pisang (yang setelah diitung ternyata ada 13) dalam beberapa hari sebelum membusuk! Udah bagus sampe sekarang gue belum bersuara "nguuk...ngiiik...nguuk..." :p

Selain tragedi makan pisang setiap hari, trus apa lagi yang terjadi pada gue?

Sediiiiiiiihhhhhhhhhh..........
Binguuuuuuuuuunggg........

Baru kali ini gue ngadepin Ippen sakit 'agak' parah. Suami gue tuh jaraaang banget sakit. Paling banter pilek atau masuk angin. Trus sekarang gue mesti ngeliat dia lemas dengan badan yang panas, mukanya pucat, mondar-mandir wc karena diare dan bahkan waktu hari pertama sempat dadanya sesak.

Worst of all : I don't know what to do!

Gue bukan dokter atau suster yang biasa ngadepin pasien tiap hari. Apalagi yang sakit adalah suami sendiri. Gila, beberapa hari yang lalu itu gue beneran panik! Segala pikiran buruk mampir di otak gue. Ippen gak tidur, gue juga ikutan begadang (terimakasih buat deadline, yang bikin gue terbiasa melotot semalaman!)

But fiuhh... It's getting better today. Kesehatan Ippen udah mulai membaik. Even yes, he's still complaining about how bore staying at home along the day! (hihi, gimana kalo dia jadi gue yang kerja di rumah ya?)

Dan untuk ngobatin kejenuhannya, kadang dia jadi rada gila. Ngambil payung kecil, trus menganggap bahwa itu pistol, lantas ngajak gue main perang-perangan! Ya ampun, haruskah gue bawa dia ke Grogol?? Sampe akhirnya mamak nelepon dan bilang bahwa kelakuan gilanya itu sebagai bagian dari penghiburan diri. Oh owkay, lumayan bikin gue tenang...

Once more...apa coba? Manjanya itu lhooo! Waduuuh, gak ketulungaaaan! Minta disuapin lah. Minta ditemenin lah. Udah gitu ngomongnya juga jadi kayak anak-anak.

Contohnya, saat gue nyuapin bubur di suapan keempat, dia bilang "Udah kenyaaaang!"

Gue bujuk-bujuk biar abis, dia geleng-geleng sambil bilang, "Cakiiit..."

Then I believe about 'boy would be boy'! :p

Dan itu terjadi beberapa kali, sampe akhirnya gue punya taktik agar Ippen makan lebih banyak. Ini bisa diikuti oleh para ibu rumah tangga jika suami kalian mengalami gejala kayak suami gue.

Caranya: ambillah piring yang lebaaar lalu masukkan makanan dalam jumlah agak banyak dari porsi biasa. Tekan-tekan nasi/bubur agar menjadi padat namun melebar.

Lihatlah apa yang terjadi... Nasi jadi tampak sedikit! Ippen pun menghabiskan makanannya setelah beberapa kali gue mesti membagi sisa makanannya dengan tempat sampah ;)

Ah, jadi istri memang warna-warni.
Harus selalu penuh strategi.

That's life.
Hopefully I can enjoy it in every breath I take.

Once again, Happy Iedul Adha everyone!
Seperti halnya pengorbanan Nabi Ibrahim As, semoga Allah selalu memberkahi apa pun yang qta korbankan dengan ikhlas saat menyebut nama-Nya. Insya Allah :)

No comments: