Google+ Followers

Wednesday, February 22, 2012

Cerita Online Blogger Cilik




Hallo, namaku Gaza. Umurku saat ini baru dua tahun. Hobiku banyak. Aku suka main bola, berenang, main perosotan, menyusun puzzle, nonton film kartun, jalan-jalan ke kebun binatang dan makan kerupuk. Tapi belakangan aku punya hobi baru: lihat-lihat gambar di internet. Kata Bunda, itu namanya browsing.

Hampir setiap hari Bunda mengajakku melihat-lihat sesuatu di netbook-nya. Pernah kami melihat orangutan. Dimana Bunda bercerita panjang lebar tentang binatang lucu ini. Kata Bunda, orangutan sekarang sudah hampir habis karena banyak diburu oleh manusia. Mereka ditembak atau dipukul sampai mati, karena masuk areal pemukiman warga. Lho, bukan salah mereka, dong! Para orangutan melakukan itu karena hutan yang jadi rumah mereka pohonnya ditebang dan dijadikan kebun kelapa sawit—yang katanya sih, lebih menghasilkan banyak uang ketimbang hutan alami.

Selain melihat-lihat binatang, sesekali Bunda juga mengajakku mendengarkan musik di netbook-nya. Kami suka mendengarkan lagu anak-anak atau murrotal Qur’an. Banyak yang bisa didengarkan di internet. Kadang kami men-download-nya, agar bisa didengarkan kembali di lain waktu.

Oya, bundaku adalah seorang penulis. Menurutnya, menulis adalah panggilan jiwa. Aku sebetulnya enggak ngerti apa artinya. Yang aku tahu, Bunda bisa betah lama sekali di depan netbook-nya jika sedang menulis. Aku saja kadang cemburu melihatnya. Kalau sudah begitu, kutarik-tarik saja baju bunda agar ia mematikan netbook dan bermain bersamaku. Bunda biasanya berbaik hati langsung menuruti permintaanku. Kami lalu bermain berdua atau kadang bergabung dengan teman-temanku dan ibu-ibu mereka.

Beberapa temanku sering sakit. Bunda bilang, itu karena daya tahan tubuh mereka lemah. Kalau aku sih, Alhamdulillah jarang sakit. Itu karena aku kuat. Bunda selalu memberiku makanan bergizi yang rasanya enak-enak. Padahal Mamam (nenekku) pernah bilang kalau bunda itu tadinya enggak bisa masak, lho. Waktu SMA, Bunda bahkan enggak tahu gimana ciri-ciri air yang sudah matang, kalau memasaknya bukan di teko yang bisa bunyi. Tapi, kok bunda sekarang pintar masak ya? Ah, akhirnya aku tahu jawabannya. Aku pernah lihat bunda buka netbook-nya dan mencatat sesuatu saat layarnya menampilkan beragam gambar makanan. Oh, pasti bunda belajar banyak resep masakan enak dari internet!

Bunda bilang, internet membuat kita pintar dan bisa tahu banyak hal tanpa harus meninggalkan rumah dan pergi jauh-jauh. Kata Bunda juga, kita bisa tahu jadwal kereta api tanpa perlu ke stasiun. Kita bisa konsultasi kesehatan dengan para ahli tanpa harus bayar mahal. Kita juga bisa ngobrol sama saudara atau teman yang rumahnya jauh tanpa harus keluar ongkos dan capek di perjalanan. Internet bikin kita tetap eksis dengan biaya sangat murah. Itu kalimat favorit bunda. Aku sih setuju aja. Soalnya kalau apa-apa murah, bunda bisa menghemat uang belanja dan bisa sering-sering membelikanku sepatu atau mainan baru. Asyik kan?

Tapi meskipun bundaku senang memakai internet, beliau enggak pernah tuh menelantarkanku. Aku selalu makan tepat waktu, disuapi olehnya. Aku juga mandi tepat waktu dua kali sehari. Kalau aku pipis atau pup, bunda selalu siap nyebokin. Urusan belajar juga begitu. Sampai sekarang Bunda belum memasukkanku ke sekolah PAUD atau Play Group, karena katanya dia masih bisa menemaniku belajar. Betul lho! Setiap hari aku belajar bersama bunda, mulai dari berhitung, bernyanyi, berdoa, mengaji dan mengenal huruf serta warna. Kadang kami belajar dari buku, kadang dari netbook juga. Belajar bersama Bunda sangat menyenangkan. Meski kadang-kadang bunda juga nakal. Dia suka ketiduran kalau sedang membacakan cerita untukku 

Bundaku suka sekali mencoba hal-hal baru. Beberapa bulan yang lalu dia berjualan kerudung. Aku tadinya berpikir bahwa rumah kami akan disulap menjadi sebuah toko kecil dengan etalase dan kerudung digantung di mana-mana. Tapi ternyata enggak. Bunda hanya membeli kerudung, memotretnya dan menyimpan gambarnya di akun facebook miliknya. Kata bunda, itu namanya jualan online. Wow, praktis sekali ya? Tanpa harus meninggalkan aku dan melupakan pekerjaan sehari-hari, Bunda tetap bisa menjadi seorang pengusaha. Banyak orang yang membeli kerudung jualan bunda. Bunda senang sekali. Meski setelah beberapa minggu bunda bilang capek dan dia pun berhenti jualan kerudung.

Aku di rumah seringkali hanya berdua dengan bunda. Soalnya ayahku kerja. Kantornya jauh di Jakarta, sedangkan kami tinggal di Bogor. Katanya ayah kerja di kantor telekomunikasi. Hmm, aku sih belum ngerti apa itu telekomunikasi. Ayah cuma bilang, kantor-kantor seperti itu lah yang membuat kita bisa memakai telepon dan internet. Setiap hari ayahku pergi pagi-pagi dan pulang malam. Jarang sekali kami bisa ketemu. Tapi suatu hari bunda pernah mengajakku memakai webcam. Aku jadi bisa melihat ayah di layar netbook. Wow, menyenangkan sekali!

Selain browsing, download lagu, chatting pakai webcam, facebook dan jualan online, bunda dan ayahku juga suka nge-blog. Mereka bilang itu namanya blogger. Bahkan sebelum ada aku, mereka berkenalan melalui blog. Katanya blog itu seperti rumah di dunia nyata. Kita bisa memasang foto atau tulisan di situ. Tampilannya juga macam-macam, beraneka warna sesuai dengan kesukaan kita. Betul-betul seperti rumah!
Dan di sini lah aku saat ini. Belajar menulis blog. Kelak mungkin aku akan menjadi blogger juga, seperti ayah dan bunda. Ya mungkin saja, jika sepuluh atau dua puluh tahun yang akan datang blog masih bisa membuat kita eksis di internet, kenapa tidak? Toh aku masih bisa jadi presiden meskipun nge-blog. Presiden yang juga seorang blogger. Keren kan?

Blup! 1 notification..

Eh apaan tuh? Ups, ada notif dari Bunda, milk time katanya. Ya sudah berarti aku harus cepat-cepat sebelum muncul notif kedua alias Bunda ngomel-ngomel. Nanti lain waktu aku cerita-cerita lagi, deh. Bye now!

#Ini adalah sebuah cerita fiksi. Saya mencoba membayangkan seandainya Gaza-putera saya, sudah bisa menulis dan membaca. Mungkin tulisan seperti ini lah yang akan ditulisnya kelak. Mengingat minatnya yang begitu besar setiap saya membuka netbook dan connect ke internet serta gayanya yang seringkali mengikuti saya jika sedang menjelaskan sesuatu padanya, membaca artikel atau sekadar memandangi foto di internet.

No comments: