Google+ Followers

Friday, October 12, 2012

Semoga PLN Tetap Menjadi Perusahaan Listrik Negara, Bukan Perusahaan Lilin Negara

Source http://akudanpln.blogdetik.com/
Beberapa jam yang lalu di rumah saya daerah Bojonggede-Kab. Bogor terkena pemadaman listrik. Kesal? Tentu saja! Kalau tak salah ini sudah ketiga kalinya dalam seminggu terakhir. Seenaknya banget sih memadamkan listrik, tanpa sosialisasi terlebih dahulu.

Sebagai seorang ibu rumah tangga saya sangat terganggu dengan pemadaman listrik. Pasalnya sebagian besar kegiatan saya di rumah menggunakan listrik mulai dari alat rumah tangga yang nyaris tak pernah padam seperti kulkas dan dispenser, isi ulang baterai laptop dan ponsel, penggunaan alat pemasak nasi, blender, televisi dan penerangan. Jadi pemadaman listrik secara mendadak tentu saja merepotkan.

Terus terang sebagai orang awam saya tidak begitu paham kenapa listrik di rumah bisa padam. Yang saya tahu listrik biasanya padam jika gardu tersambar petir atau ada perbaikan. Faktor pertama biasanya lebih mudah diprediksi dan dipersiapkan, sementara yang kedua inilah yang sulit. Perbaikan yang dilakukan PLN seringkali tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu. 

Padahal andai saja PLN bisa lebih berempati terhadap masyarakat yang sudah membayar iuran setiap bulannya, sosialisasi mengenai pemadaman listrik seharusnya bisa dilakukan melalui berbagai media seperti televisi, radio, internet atau bahkan pengumuman di mesjid terdekat. Dengan begitu masyakarat--termasuk saya bisa mempersiapkan terlebih dahulu hal-hal penting yang membutuhkan listrik.


Source www.wallpaperslot.com

Beberapa kali saya pernah mengalami kejadian menyebalkan gara-gara pemadaman listrik mendadak:

1) Waktu baru menikah (Juli 2008), saya dan suami tinggal di rumah kost di daerah Gatot Subroto. Saat itu kami belum punya kompor gas, jadi satu-satunya alat memasak hanyalah kompor listrik. Lagipula memang nggak ada tempat untuk kompor gas, soalnya hanya satu kamar. Waktu itu malam-malam mendadak mati lampu. Ngeselin banget deh, padahal di luar hujan dan nggak memungkinkan bagi kami untuk makan malam di luar. 

2) Waktu bayi kami baru lahir (Desember 2009), PLN waktu itu sepertinya 'hobi' banget memadamkan listrik di daerah Pasarminggu-Jakarta Selatan.Listrik sering byar-pet, sampai-sampai saya sempat percaya saat tetangga saya ada yang bergurau bahwa kepanjangan dari PLN sekarang adalah Perusahaan Lilin Negara. Saat itu yang paling terasa mengganggu adalah baju yang nggak bisa kami keringkan pakai mesin cuci. Sementara tahu sendiri kan betapa menggunungnya cucian bayi? Mana musim hujan pula!

3) Saat sedang memformat komputer. Pemadaman mendadak juga terasa sangat mengganggu pada saat seperti ini.

Pasti tak hanya saya yang merasakan hal ini. Banyak masyarakat yang tentunya mengalami kejadian-kejadian tak mengenakkan berkaitan dengan pemadaman listrik mendadak yang dilakukan oleh PLN

Seringkali saya mendengar berita mengenai korupsi di tubuh PLN. Seorang rekan kantor suami saya malah pernah berujar bahwa korupsi di PLN sudah mengakar sampai ke tingkat paling bawah. "Kakak saya yang bekerja di PLN pernah bilang kalau sebuah lakban yang harganya hanya seribu atau dua ribu saja bisa di-mark up sampai puluhan ribu oleh karyawan PLN." Betapa mengejutkan! Kalau pada level bawah saja korupsinya sudah seperti ini, maka jangan salahkan jika saya berasumsi bahwa di level atas, jumlah korupsinya lebih menggila. Hmm, pantas saja listrik sering byar-pet. Masyarakat diminta membayar dengan harga Tarif Dasar Listrik yang relatif cepat naik, sementara pelayanan tak kunjung membaik.

Sejak dulu saya termasuk patuh lho terhadap iklan layanan masyarakat PLN yang menganjurkan kita untuk menghemat listrik. Pemakaian listrik di rumah kami tidak pernah berlebihan. Kalau yang ini saya tahu betul gunanya, agar tercipta pemerataan listrik di negeri tercinta ini. Agar tak ada lagi masyarakat yang masih harus menggunakan lilin atau petromaks setiap malam. Jadi sangat berharap dengan kedisiplinan menghemat listrik, PLN menjadi perusahaan yang amanah. Semoga tak ada lagi cerita korupsi di sana.

Melalui tulisan ini saya tak muluk-muluk, hanya berharap agar PLN jangan terlalu sering melakukan pemadaman listrik. Kalaupun memang ada yang perlu diperbaiki, sebaiknya melakukan sosialisasi di media sebelumnya.  


Sekedar info saja nih, sebagian orang biasanya ngomel-ngomel lho kalau tiba-tiba listrik di rumahnya padam. Omelan itu bisa jadi doa. Nah PLN nggak mau kan didoakan jelek oleh banyak orang? Ayo dong perbaiki pelayanan. Kalau masyarakat senang kan kerja PLN menjadi lebih berkah. Selanjutnya nggak perlu ada lagi korupsi, karena kesejahteraan akan datang dengan sendirinya :)
source http://akudanpln.blogdetik.com/

#Sponsored by BLOGDETIK

No comments: