Google+ Followers

Thursday, May 9, 2013

Srikandi Blogger: Perempuan Inspiratif Di Era Digital

Ajang "Srikandi Blogger 2013"
Sekitar pertengahan Maret lalu, saya melihat ada pengumuman mengenai ajang "Srikandi Blogger 2013" di website Kumpulan Emak Blogger (KEB). Acara ini diselenggarakan untuk merayakan ulangtahun yang pertama dari komunitas Kumpulan Emak Blogger. Sesuai dengan namanya, ini adalah komunitas yang beranggotakan para perempuan yang memiliki blog. Meski tertulis Kumpulan Emak Blogger, namun ada juga lho anggota yang belum menjadi emak-emak alias single

Aktualisasi Perempuan di Era Digital
Begitulah tema yang diangkat oleh Kumpulan Emak Blogger dalam gelaran "Srikandi Blogger 2013" yang mereka adakan. Sejujurnya, saya selalu suka dengan kompetisi, apalagi jika itu memang berkaitan dengan menulis/nge-blog yang memang sangat saya minati. Tapi tunggu, melihat tema di atas, saya mundur sejenak. Memangnya saya punya kisah hidup inspiratif apa? Memangnya sudah sejauh apa peran saya di dunia nyata yang terkait dengan hobi menulis dan nge-blog ini? Hmm, sepertinya masih sangat minim. Nge-blog saja baru saya aktifkan lagi sekitar tahun lalu, setelah 'hibernasi' selama sekitar 3 tahun, karena kesibukan setelah melahirkan. Jadi, setelah menimbang-nimbang, maka saya memutuskan untuk membatalkan keikutsertaan dalam ajang bergengsi ini. Bukan pesimis, namun sepertinya masih banyak teman-teman blogger yang lebih layak menyandang gelar keren ini. Saya, hmm...mungkin lain kali :)
Well, terlepas dari ajang "Srikandi Blogger", saya akhirnya menyadari bahwa para perempuan kini hidup di era digital. Dimana berbagai aktifitas sehari-hari tidak lepas dari peran serta perangkat elektronik/gadget mulai dari komputer, laptop, notebook hingga tablet. Tidak hanya para perempuan yang bekerja di kantor, bahkan mereka yang berprofesi sebagai ibu rumahtangga pun kini tak terlepas dari gadget di kesehariannya. Contoh paling sederhana saja, untuk mengakses jejaring sosial misalnya. Saya sendiri sebagai seorang penulis sekaligus ibu rumahtangga sangat membutuhkan notebook. Sehari tanpa 'barang penting' ini, rasanya bisa jadi sangat hampa. Notebook buat saya manfaatnya segudang! Mulai dari untuk terhubung ke jejaring sosial, nge-blogchatting, browsing resep masakan, browsing info tumbuh kembang anak, pola asuh, online shopping, sampai mengakses internet banking untuk membayar berbagai tagihan rutin setiap bulan. Yang terpenting sih, untuk mengirim naskah ke media dan penerbit. Jadi pendek kata, separuh kebutuhan dan pekerjaan saya bisa dilakukan hanya dengan sebuah gadget: Notebook!
Apakah saya berlebihan? Saya rasa tidak. Sepanjang semua itu dilakukan dalam batas waktu yang proporsional dan bisa membuat saya menjadi lebih produktif serta membuat banyak pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien, mengapa tidak? Coba saja bayangkan jika saya harus berhubungan dengan penerbit/media secara manual. Tulisan-tulisan saya harus di-print terlebih dahulu, lalu dimasukkan amplop, pergi ke kantor pos/jasa kurir untuk mengirimkannya. Itu pun entah berapa lama bisa diterima. Setelah itu menunggu jawaban dari media/penerbit dengan cara yang sama. Alangkah merepotkan, bukan? Jadi betapa saya sangat bersyukur menjadi perempuan yang hidup di era digital.

Perempuan Di Era Digital: Maya Atau Nyata?
Lantas saat kita membicarakan kiprah perempuan di era digital, bisa jadi salah satu hal yang terbayang di benak adalah "Apakah mereka yang aktif di jejaring sosial atau blog itu memiliki kiprah di dunia nyata? Atau hanya cerita yang tersampaikan di dunia maya saja?"
Hey, internet sekarang kan bukan barang 'wah' lagi seperti dua dekade lalu. Apa yang tersaji di internet bisa dilacak dengan cepat faktanya. Masyarakat juga sudah lebih paham mana saja berita yang memang faktial dan mana yang hoax. Hal ini juga berlaku untuk para blogger. Sebagian besar blogger kini sudah tampil dengan identitas aslinya. Dimana rata-rata mereka menulis berdasarkan latar belakang atau minat mereka, mulai dari kumpulan cerita fiksi, jurnal kehidupan sehari-hari, resep-resep masakan, pola asuh anak, sampai catatan travelling. Termasuk kisah para perempuan di dunia blog!

Para Perempuan Inspiratif Dalam Srikandi Blogger 2013
Dan jreeeng... Ajang "Penganugerahan Srikandi Blogger 2013" yang diadakan oleh KEB pun sampai pada puncaknya. Acara yang digelar di lantai 6 Aula Gedung F Gedung Kemendiknas, Jl. Jend. Sudirman Jakarta ini pun menuai sukses. Pagelaran yang menggandeng Acer dan Rinso ini berlangsung sangat meriah. Meski diawali dengan pemberitahuan di media online alias blog, tapi acara ini sungguh nyata! Para peserta, panitia, pengunjung dan lainnya semua nyata. Dimulai dengan sambutan berupa tarian Betawi, persembahan monolog dari Emak Wylvera, sambutan dari founder komunitas Emak2 Blogger Mira Sahid, pemotongan tumpeng, pengenalan admin KEB dan panitia acara hingga ke acara puncak Penganugerahan Srikandi Blogger 2013.

Para pemenang Srikandi Blogger 2013, sumber foto dari sini

Makmin dan Makpan Srikandi Blogger, sumber foto dari sini
Inilah 10 finalis dari sekitar 150 peserta blogger dalam dan luar negeri yang mengikuti ajang ini:
1. Alaika Abdullah --> Srikandi Blogger 2013
2. Anazkia --> Srikandi Blogger Favorit 2013
7. Myra Anastasia --> Srikandi Blogger Persahabatan 2013
Terpilih pula Haya Aliya Zaki sebagai Blogger Inspiratif dan Yati Rachmat sebagai blogger dengan Lifetime Achievement.

Acara ini juga semakin meriah dengan hadiah-hadiah yang tersedia bagi para pemenang. Tercatat mulai dari gadget persembahan Acer, paket sabun cuci dari Rinso, paket kosmetik dari Wardah, Televisi, Kulkas dan voucher belanja. Tak hanya para finalis serta peserta dengan penghargaan khusus, ada pula peserta yang mendapatkan hadiah karena datang dari daerah terjauh serta pemenang live tweet acara Srikandi Blogger 2013 ini. Kurang keren gimana lagi, coba?

Saya pun jadi ngiler. Ya ngiler sama hadiahnya, ya ngiler sama prestasi para Srikandi Blogger. Seperti yang saya tulis di awal, meskipun mereka adalah blogger yang menuliskan kisah di dunia maya, namun aktifitas serta prestasi mereka tidaklah bersifat maya. They're real! Ada Alaika Abdullah yang seorang penulis, Anazkia yang aktif dalam kegiatan sosial dengan salah satunya menjadi koordinator Blogger Hibah Sejuta Buku, Dina Begum yang menjadi pengurus Himpunan Penerjemah Indonesia, Diadjeng Laraswati yang pernah menjadi editor dan PemRed di sebuah redaksi media massa, Eka Putri yang aktif berkampanye mengenai isyu 'Stop Kekerasan Pada Anak', Nchie Hanie yang seorang pengelola SEO, Myra Anastasia yang pernah bekerja sebagai Head Office di sebuah Dept. Store, Octaviani Nurhasanah yang aktif mendesain kerajinan tangan, Shinta Ries seorang pengajar online tentang teknik blogging, Winda Krisnadefa yang menjad 1 dari 25 Top dalam kompetisi blog internasional 'Big Blog Exchange'. Tak lupa ada dua kategori yang diberikan secara khusus pada Haya Aliya Zaki, seorang penulis produktif yang sudah lebih dari 100 tulisannya dimuat di media massa, serta Bunda Yati Rachmat yang tetap tampil energik di usianya yang ke-74, sudah aktif selama 23 tahun di UNICEF.

Pembelajaran dari Ajang Srikandi Blogger
Sejenak saya menarik nafas. Mereka sungguh hebat! Bukan sekedar blogger yang hanya bisa menulis di dunia maya, namun juga produktif dan berkiprah penuh prestasi di dunia nyata. Berarti keputusan saya untuk mundur saat ada ajang kompetisi ini sangatlah tepat. Saya memang masih harus banyak belajar dari para Srikandi Blogger ini. Ada banyak pelajaran penting yang bisa saya petik dari mereka, diantaranya bahwa sebagai perempuan kita memiliki banyak kesempatan untuk berkarya dalam bidang apapun yang kita mampu. Tak hanya sekedar untuk kepentingan pribadi, namun penting pula untuk 'go public' dalam artian membuat karya kita bisa bermanfaat bagi banyak orang. Selanjutnya, meski dengan sejuta kegiatan dan karya yang dihasilkan, sebagai perempuan kita tak boleh lupa pada kodrat untuk mengabdi pada keluarga. 
Sulitkah? Ah tidak juga, meski pula tak mudah. Dunia digital bisa menyederhanakan semua kiprah para perempuan untuk tetap produktif tanpa harus keluar rumah setiap hari (jika tak memungkinkan). Dunia digital mampu menebarkan setidaknya semangat untuk bisa menjadi perempuan hebat meski dari dalam rumah. 
Terimakasih Srikandi Blogger. Meski tidak ada di antara kalian pada malam itu, tapi semangat juang sebagai seorang perempuan di era digital sangat bisa saya rasakan dari kalian. 
Terimakasih Kumpulan Emak Blogger yang sudah menyelenggarakan acara super inspiratif ini. Semoga kelak saya juga bisa berdiri sejajar dengan kalian, untuk menginspirasi banyak orang.

No comments: