Google+ Followers

Thursday, December 19, 2013

SBSM, Darma Bakti Mahasiswa Yang Pantang Tak Tuntas

Perilaku Negatif Mahasiswa
Baru-baru ini masyarakat dikejutkan oleh berita mengenai pelaksanaan OSPEK yang tidak berperikemanusiaan di sebuah universitas di Malang, hingga merenggut satu korban jiwa. Berita ini tentu mencoreng dunia pendidikan di Indonesia. Dimana masyarakat awam akan mencatat bahwa orang-orang terpelajar di negeri ini tidak lagi mampu merepresentasikan diri mereka dengan baik, sebagaimana yang diharapkan yaitu untuk produktif berkarya dan memberi manfaat sesuai latar belakang pendidikan, berprestasi hingga mengangkat nama pribadi, keluarga, almamater bahkan negara.

Setelah kejadian itu ramai jadi trending topic, saya mendengar seorang ibu penjual makanan ringan keliling berkomentar, "Sekarang mah mahasiswa teh malah bejat kelakuannya ya, Teh? Kaya preman! Mau jadi apa negara kita nantinya kalau masih kuliah aja udah kaya gitu?" 

Tentu tidak salah jika ada yang berkomentar seperti itu. Di mata sang ibu penjual camilan mungkin memang seperti itulah potret mahasiswa Indonesia. Padahal kita tahu bahwa pada kenyataannya masih jauh lebih banyak mahasiswa bermoral, yang menggunakan kecerdasannya untuk hal-hal positif, menggunakan tenaganya untuk berbakti pada negara, menggunakan materi yang dimilikinya untuk membantu sesama. Jadi jangan sampai perilaku negatif segelintir mahasiswa itu menutupi perilaku positif mahasiswa lainnya. Ibarat pepatah, "Karena nila setitik, rusak susu sebelanga."



Tapi, apakah memang masih banyak mahasiswa yang berperilaku baik itu? Ah jangan pesimis! Berikut akan saya tampilkan sekilas profil sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Bandung, yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. 

SBSM STKS Bandung
SBSM STKS Bandung
Satuan Bhakti Sosial Mahasiswa (SBSM) adalah salah satu Unit Kegiatan mahasiswa di Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung yang merupakan wadah untuk menampung aktifitas dan kreatifitas Mahasiswa dalam bidang Kepalangmerahan dan Kepecintaalaman yang ditetapkan di Bandung pada 1 April 1987. Awalnya dinamakan Satuan Tenaga Sukarela Karya Bhakti Sosial Mahasiswa (SATGAS KBSM—didirikan pada 1982). Pendirian SATGAS KBSM ini dilatarbelakangi keinginan beberapa Mahasiswa STKS Bandung untuk mendharmabaktikan tenaganya membantu korban Bencana Alam Gunung Galunggung di Tasikmalaya serta korban Bencana Alam Gempa Bumi di Sukabumi.


Serah Terima Bantuan
Badan Penanggulangan Bencana Kab. Cianjur


Di usianya yang sudah lebih dari 3 dasawarsa, SBSM tetap berpegang teguh pada Tri Darma yang sudah dicanangkan sejak awal, yaitu:
1.      Mengabdi kepada Tuhan, Bangsa, Orangtua, Profesi dan Kemanusiaan.
2.      Menjunjung tinggi nama baik Almamater dan Korps.
3.      Pantang Tugas Tak Tuntas.

Pecinta Alam Yang Serbabisa
Tri Darma yang ketiga ini sekaligus menjadi motto SBSM, yang berarti setiap anggota SBSM dutuntut agar mempunyai rasa juang yang tinggi untuk selalu dapat melaksanakan tugas dan dapat menyelesaikannya demi kemanusiaan.

"Kami selalu berusaha memberikan dan melaksanakan bantuan kepada masyarakat dalam penanggulangan bencana alam atau musibah serta mengadakan usaha-usaha dalam pelestarian alam dan lingkungan hidup, sesuai dengan tujuan utama didirikannya organisasi ini." ujar Yeni Fatmayanti (Ketua SBSM tahun 2013--mahasiswa jurusan Pekerjaan Sosial angkatan 2011).

Diungkapkan oleh Yeni bahwa SBSM memiliki beberapa agenda rutin seperti donor darah yang diadakan setiap 3 bulan, pengobatan gratis bagi masyarakat kurang mampu serta program desa siaga bencana--yang ditempatkan di desa-desa yang rawan terkena bencana alam seperti tanah longsor, serta yang masih dalam tahap perencanaan adalah pembagian alat bantu gratis bagi penyandang difable.

"Di wilayah yang terkena bencana, anggota SBSM tak hanya turun untuk mengantarkan bantuan makanan atau pakaian, kami juga membantu dalam bentuk trauma healing, terapi psikososial, pembuatan dapur umum dan bekerjasama dengan Tim SAR jika ada warga hilang misalnya tertimbun tanah longsor."

Membantu Tim SAR? Bukankah itu memerlukan keahlian khusus? Rupanya para anggota SBSM STKS ini sudah terbiasa dengan hal tersebut. Soalnya sebelum diterima menjadi anggota ada tahap Pradiklatsar dan DIklatsar yang harus dijalani. Pradiklatsar diisi dengan pendidikan teori dan praktek lapangan tentang pertolongan pertama SAR, naik gunung, masuk hutan dan panjat tebing. Sementara Diklatsar full adalah pendidikan lapangan dengan sistem fly camp dan longmarch. Biasanya dimulai dari naik Gunung Tangkuban Parahu, Gunung Putri dan Gunung Batu. Di tiga tempat itulah semua materi diaplikasikan.


Para Pecinta Alam yang Tangguh


SBSM bukanlah unit kegiatan pecinta alam biasa. Meski kegiatan utama mereka terbilang tangguh seperti naik gunung, camping dan semacamnya, namun para anggota serta pengurus SBSM juga seringkali turun tangan langsung dalam penggalangan dana. 

"Selain dapat dana dari kampus, senior dan donatur, para anggota juga seringkali berjualan. Bahkan tidak cuma sekedar jualan, kami juga bahu-membahu mempersiapkan barang yang hendak dijual. Seperti halnya saat hendak mengadakan acara donor darah dan pengobatan gratis awal desember lalu, beberapa anggota membuat camilan dan menjualnya di lingkungan kampus. Ada juga yang bertugas mengambil barang dan pakaian layak pakai ke rumah-rumah mahasiswa yang hendak menyumbang. Ada juga yang jaga sekre karena kami membuka stand untuk berfoto dengan background peralatan camping lengkap para anggota SBSM seperti tas gunung superbesar, tali-temali, carabiner, trangia, carrier, gaiter, tenda Dome dan lainnya." ungkap Aulia Ramadhan--salah seorang anggota divisi Pelayanan Sosial.


Naik Gunung Oke, Turun Ke Jalan Oke


Kita Bisa Berpartisipasi
Anda ingin berpartisipasi dalam program/kegiatan sosial SBSM? Mudah saja, bisa dengan datang langsung ke Sekretariat SBSM STKS di Jalan Dago no 367 Bandung (biasanya saat akan menolong daerah bencana mereka membutuhkan sembako, pakaian layak pakai, selimut, sleeping bag dan alas tidur/matras) atau mendonasikan uang melalui rekening-rekening berikut:
BCA no 8840263666 a.n Ratu Nurdianti
BNI no 0229753841 a.n Ratu Nurdianti
Mandiri 0799575-7 a.n Alniati Duha
Contact Person: Fitri Agustiani Waruwu 086261719878

Semoga tulisan singkat mengenai profil para pecinta alam dari SBSM STKS ini bisa menghapus rasa pesimis kita terhadap para generasi penerus. Bahwa tidak bisa dipungkiri memang ada mahasiswa yang berperilaku tak baik atau terlibat dalam pola pergaulan yang nggak pantas. Tapi yakinlah bahwa masih banyak mahasiswa yang patut diacungi jempol terkait baktinya pada ibu pertiwi.


Mahasiswa Gaul Yang Cinta Alam dan Peduli Sesama




5 comments:

Picky Chik said...

bagus informasinya
keep posting ..
salam blogger :)

Howu Howu Sondroro Zebua said...

Menarik sekali..
Pemuda memang mesti demikian.

Pritha Khalida said...

Picky Chic: Terimakasih sudah mampir, semoga terinspirasi

Howu: Yes, yuk kita dukung dan bantu peran serta pemuda yg positif :)

belalang cerewet said...

senang sekali melihat anak-anak muda penuh semangat. melihat mereka rasanya Indonesia masih punya masa depan cerah. kepedulian dan semangat mereka bisa memberi pengaruh positif buat negeri ini. Semoga saya bisa meniru mereka. Salam kenal dan semoga menang :)

Pritha Khalida said...

amiiiin semoga lebih banyak lagi pemuda Indonesia seperti ini, di bidang lainnya juga